hari jumat pagi pukul 06.30 WIB di siarkan di tv kecelakaan truck peti emas lagi menibankan sebuah mobil yang berisi penumpang 3 orang. kecelakaan ini terjadi di Sukoharjo Solo.
sering terjadi kecelakaan truck ini. beberapa minggu lalu terjadi di kawasan cikarang yang menimpa sebuah sepeda motor yang di tumpangi seorang wanita yang ingin menjemput suaminya hingga jasad wanita itu mati menggenas kan tanpa di kenali, kepala nya yang terputus akibat tertiban peti emas truck tersebut.
malang nya nasib wanita itu.
dan yang di solo itu juga terjadi kecelakaan tersebut meniban sebuah mobil sedan, dan truck tersebut berisi sebuah susu kotak dan makanan. enggan nya warga sukoharjo mengrubutin peti truck itu yang berisi makanan dan susu tanpa menghiraukan korban yang berada dalam mobil sedan tersebut.
Polisi pun kesusahan mengatasi kecelakan itu karna warga nya tidak menghiraukan korban tetapi sibuk mengambili isi dari truck tersebut. dan kecelakaan itu mengakibatkan macet total di ruas Sukoharjo kota Solo.
Saya pun terheran mengapa warga di sana tidak memiliki nurani dan menolong dalam kejadian itu??
apa yang ada di benak dan pikiran mereka ya dalam situasi seperti ini.??
sekian info dari saya.
Kecelakaan truck
Sabtu, 31 Maret 2012 | by Septi's The PinK
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Jumat, 30 Desember 2011 | by Septi's The PinK
SISTEM
INFORMASI MANAJEMEN
A.
Definisi Sistem Informasi Manajemen
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah
yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah
perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya,
sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu
perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam
mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya
akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.
Disamping itu, sistem informasi yang
dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah
bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat
atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi
adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang
efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam
menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem
baru. Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar
bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari.
Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan
pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya
adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru
tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu. Komputer bermanfaat utnuk
tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem informasi
menajemen melaksanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar sistem
pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan kemampuan
komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan
keputusan. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan
piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi,
penjelasan status, dan sebagainya.
Lapisan berikutnya terdiri dari
sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan
keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan
taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak
terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan
kebijakan oleh tingkat manajemen. Definisi sebuah sistem informasi manajemen,
istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu
(intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi,
manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini
menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer,
prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
- Data yang
diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.
- Sesuatu
yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat
ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh,
informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi
ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
- Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making).
Nilai
Informasi Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif
dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak
dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat
ditaksir nilai efektivitasnya
Sistem Manusia/Mesin Berdasarkan Komputer
Pada
dasarnya orang dapat membahas sistem informasi manajemen tanpa komputer, tetapi
adalah kemampuan komputer yang membuat SIM terwujud. Persoalannya bukan dipakai atau tidaknya komputer
dalam sebuah sistem informasi manajemen, tetapi adalah sejauh mana berbagai
proses akan dikomputerkan. Gagasan suatu sistem informasi/keputusan berdasarkan
komputer berarti automatisasi total. Konsep sistem manusia/mesin menyiratkan
bahwa sebagian tugas sebaiknya dilaksanakan oleh manusia, dan lainnya lebih
baik dilakukan oleh mesin. Dalam sebagian terbesar persoalan, manusia dan mesin
membentuk sebuah sistem gabungan dengan hasil yang diperoleh melalui
serangkaian dialog dan interaksi antara komputer dan seorang manusia pengolah.
Kenyataan bahwa sebuah SIM adalah
berdasarkan komputer berarti bahwa para perancang harus memilih pengetahuan
cukup mengenai komputer dan penggunaannya dalam pengolahan informasi. Konsep manusia/mesin
bahwa perancang sebuah sistem informasi manajemen harus memahami kemampuan
manusia sebagai pengolah informasi dan perilaku manusia dalam mengambil
keputusan.
Sistem Terpadu dengan “Data Base”
Sebuah sistem terpadu berdasarkan pada
anggapan bahwa harus ada integrasi antara data dan pengolahan. Integrasi data
dicapai melalui “data base”. Pada sebuah sistem pengolahan informasi, “data
base” terdiri dari semua data yang dapat dijangkau oleh sistem. Pada SIM
berdasarkan komputer, istilah “data base” biasanya dipakai khusus untuk data
yang dapat dijangkau secara langsung oelh komputer. Manajemen sebuah “data
base” adalah sebuah sistem perangkat lunak komputer yang disebut sebagai sebuah
sistem manajemen “data base”. Sesuatu penerapan yang mamakai sebuah item
(butir) data akan mengambil item data yang sama, yang hanya sekali disimpan dan
disediakan untuk semua penerapan. Suatu peremajaan dari sebuah item data
membuatnya sesuai untuk semua pemakaian.
Pengolahan
terpadu dicapai melalui sebuah perencanaan sistem secara menyeluruh. Biasanya sistem dirancang sebagai suatu
gabungan beberapa subsistem dan bukan sebagai sebuah sistem tunggal.
Perancangan sistem ini dapat berupa sebuah komputer pusat besar, atau dapat
pula merupakan sebuah jaringan kerja beberapa komputer kecil. Gagasan pokoknya
adalah paduan terencana dari berbagai penerapan yang layak dan efektif.
Dukungan Operasi
Kecenderungan dalam pengolahan transaksi
pada sistem-sistem mutakhir adalah menuju pengumpulan data secara “online” dan
permintaan informasi (inquiry) secara online pula. Kemampuan memperoleh
informasi secara online sangat besar peranannya dalam mendukung informasi. Ini
berarti bahwa setiap petugas yang berwenang dapat memperoleh jawaban langsung
atas sesuatu permintaan informasi seperti posisi terakhir perkiraan seorang
pelanggan atau sediaan yang ada untuk jenis barang tertentu.
Pemanfaatan Manajemen dan Model Keputusan
Model-model pembantu keputusan ynag
dipakai dalam sistem dapat berupa model cerdas (intelligence model) untuk menemukan
persoalan, model keputusan (decision model) utnuk mengenali dan menganalisis
penyelesaian yang mungkin, dan berbagai model pilihan seperti model optimisasi
(optimization model) yang memberikan suatu penyelesaian optimal atau metode
pemuas untuk memutuskan atas sebuah penyelesaian yang memuaskan. Dengankata
lain, diperlukan berbagai ancanagan anlitis dan permodelan untuk memenuhi
berbagai situsi yang memerlukan keputusan.
B.
Kegunaan / Fungsi Sistem Informasi
Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh
sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus
mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan
mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan
tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas,
maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM
adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan
keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan
yang strategis. Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada
pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan
tugas-tugas organisasi. Beberapa kegunaan/fungsi sistem informasi antara lain
adalah sebagai berikut:
- Meningkatkan
aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para
pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
- Menjamin
tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi
secara kritis.
- Mengembangkan
proses perencanaan yang efektif.
- Mengidentifikasi
kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
- Menetapkan
investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
- Mengantisipasi
dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan
teknologi baru.
- Memperbaiki
produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
- Organisasi
menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi,
mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk
atau pelayanan mereka.
- Bank
menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat
berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
- Perusahaan
menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat
paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
- SIM untuk
Pendukung Pengambilan Keputusan Sebuah sistem keputusan, yaitu model dari
sistem dengan mana keputusan diambil, dapat tertutup atau terbuka. Sebuah
sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan dipisah dari masukkan
yang tidak diketahui dari lingkungan. Dalam sistem ini pengambil keputusan
dianggap:
- Mengetahui
semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing
- Memiliki
metode (aturan, hubungan, dan sebagainya) yang memungkinkan dia membuat
urutan kepentingan semua alternatif.
- Memilih
alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan,
atau kegunaan.
Konsep sebuah sistem keputusan tertutup
jelas menganggap orang rasional yang secara logis menguji semua alternatif,
mengurutkan berdasarkan kepentingan hasilnya, dan memilih alternatif yang
membawa kepada hasil yang terbaik/maksimal. Model kuantitatif pengambilan
keputusan biasanya adalah model sistem keputusan tertutup. Sebuah sistem
keputusan terbuka memandang keputusan sebagai berada dalam suatu lingkungan
yang rumit dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan
dan pada gilirannya proses keputusan kemudian mempengaruhi lingkungan.
Pengambilan keputusan dianggap tidak harus logis dan sepenuhnya rasional,
tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas hanya dalam batas yang
dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas alternatif, kemampuan menangani
suatu model keputusan, dan sebagainya.
12. SIM Berdasarkan Aktivitas/Kegiatan
Manajemen
Kegiatan dan proses informasi untuk tiga
tingkat adalah saling berhubungan. Contohnya pengendalian inventaris pada
tingkatan operasional bergantung pada proses yang tepat dari transaksi; pada
tingkat dari pengendalian manajemen, pembuatan keputusan tentang keamanan
persediaan dan frekuensi memesan lagi bergantung pada pembetulan ringkasan dari
hasil operasi-operasi; pada tingkat strategi, hasil dalam operasi-operasi dan
pengendalian manajemen yang dihubungkan pada tujuan-tujuan strategi, saingan
tindak tanduk dan sebagainya untuk mencapai strategi inventaris. Tampaknya
terdapat kontras tajam antara ciri-ciri informasi untuk perencanaan
pengendalian dan taktis berada di tengahnya.
13. Sistem Informasi Untuk Pengendalian Operasional
Pengendalian operasional adalah proses pemantapan agar kegiatan operasional
dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan
prosedur dan aturan keputusan yang sudah ditentukan lebih dahulu. Sebagian besar
keputusan bisa diprogramkan.
Pendukung
pemrosesan untuk pengendalian operasi terdiri dari :
a. Proses transaksi
b. Proses laporan
c. Proses pemeriksaan
Beberapa contoh di bawah ini
menggambarkan jenis dukungan keputusan yang dapat dibuat dalam sistem
pengendalian operasional :
a. Suatu transaksi penarikan kembali sediaan
menghasilkan suatu dokumen transaksi. Pengolahan transaksi juga dapat
menyelidiki persediaan yang ada, dan memutuskan apakah suatu pesanan pembelian
sediaan harus diadakan.
b. Suatu pemeriksaan terhadap file pegawai menjelaskan
keperluan untuk suatu posisi. Komputer menyelidiki file pegawai menggunakan
program untuk memilih kandidat secara kasar.
c. Laporan rutin dihasilkan secara periodik.
Tetapi suatu aturan keputusan yang diprogramkan dalam suatu prosedur pengolahan
laporan bisa menciptakan laporan khusus dalam suatu bidang masalah. Contoh :
suatu analisis pesanan yang masih belum dilayani setelah 30 hari.
14. Sistem Informasi Untuk Pengendalian
Manajemen Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh manajer departemen untuk
mengukur pekerjaan, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan
keputusan baru untuk diterapkan personalia operasional, dna mengalokasi sumber
daya. Proses pengendalian manajemen memerlukan jenis informasi berikut :
1) Pekerjaan yang telah direncanakan (standar,
ekspektasi, anggaran, dll)
2) Penyimpangan dari pekerjaan yang telah
direncanakan
3) Sebab penyimpangan
4) Analisis keputusan atau arah tindakan yang
mungkin
Database untuk pengendalian
manajemen terdiri dari dua elemen utama : (1) database dari operasional, dan
(2) rencana, anggaran, standar, dll yang mendefinisikan perkiraan tentang
pelaksanaan, juga beberapa data eksternal seperti perbandingan industri dan
indeks biaya.
Proses untuk mendukung
keputusan kegiatan pengendalian manajemen adalah sebagai berikut :
1) Model perencanaan dan anggaran
2) Program-program laporan penyimpangan
3) Model-model analisis masalah
4) Model-model keputusan
5) Model-model pemeriksaan/pertanyaan
Keluaran dari sistem informasi
pengendalian manajemen adalah : rencana dan anggaran, laporan yang terjadwal,
laporan khusus, analisissituasi masalah, keputusan untuk penelaahan, dan
jawaban atas pertanyaan.
15. Sistem Informasi Untuk Perencanaan
Strategis Tujuan perencanaan strategis adalah untuk mengembangkan strategi
dimana suatu organisasi akan mampu mencapai tujuannya. Horison waktu untuk
perencanaan strategis cenderung lama, sehingga perubahan mendasar dalam
organisasi bisa diadakan, sebagai contoh :
a. Suatu rantai pertokoan dapat memustuskan
untuk mengubah menjadi usaha melalui pesanan
b. Suatu toko serba ada dengan toko di pusat
kota dapat memutuskan untuk mengubah menjadi suatu toko obral di luar kota.
Aktifitas perencanaan strategis tidak
harus terjadi dalam suatu siklus periode seperti kegiatan pengendalian
manajemen. Kegiatan ini memang agak tidak teratur, meskipun beberapa
perencanaan strategis bisa dijadwalkan ke dalam perencanaan tahunan dan siklus
penganggaran. Beberapa jenis data yang berguna dalam perencanaan strategis
menunjukkan ciri data :
a. Prospek ekonomi bagi bidang kegiatan
perusahaan dewasa ini.
b. Lingkungan politik dewasa ini dan
perkiraan masa mendatang
c. Kemampuan dan prestasi organisasi menurut
pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan kebijakan dewasa ini).
d. Proyeksi kemampuan dan prestasi masa
mendatang menurut pasaran, negara, dan sebagainya (berdasarkan kebijakan dewasa
ini).
e. Prospek bagi industri di daerah lain.
f. Kemampuan saingan dan saham pasar mereka.
g. Peluang bagi karya usaha baru.
h. Alternatif strategi
i.
Proyeksi
kebutuhan sumber daya bagi alternatif beberapa strategi.
Dukungan sistem
informasi untuk perencanaan strategis tidak bisa selengkap seperti bagi
pengendalian manajemen dan pengendalian operasional. Namun demikian sistem
informasi manajemen dapat memberi bantuan yang cukup pada proses perencanaan
strategis, misalnya:
a. Evaluasi kemampuan yang ada didasarkan
atas data internal yang ditimbulkan kebutuhan pengolahan operasional.
b. Proyeksi kemampuan mendatang dapat
dikembangkan oleh data masa lampau dan diproyeksikan ke masa mendatang
c. Data pasar dan persaingan yang mungkin
bisa direkam dalam database komputer.
16. SIM Berdasarkan Fungsi Organisasi Sistem
informasi manajemen dapat dianggap sebagai suatu federasi subsistem yang
didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam suatu organisasi. Masing-masing
subsistem membutuhkan aplikasi-aplikasi yntuk membentuk semua proses informasi
yang berhubungan dengan fungsinya, walaupun akan menyangkut database, model
base dan beberapa program komputer yang biasa untuk setiap subsistem
fungsional. Dalam masing-masing subsistem fungsional, terdapat aplikasi untuk
proses transaksi, pengendalian operasional, pengendalian manajemen, dan
perencanaan strategis.
2. APA SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN
ITU..?
Sistem informasi perusahaan adalah suatu
sistem berbasis computer yang dapat melakukan semua tugas akuntansi standatr
bagi semua unit organisasi secara terintegrasi dan terkoordinasi
SIM Perusahaan saat ini mengakumulasi
seluruh data transaksi akuntansi dari bagian manu faktur , penjualan ,
pembelian , sumber daya manusia, dan berbagai fungsi bisnis lain. Data
itu berhubungan dengan sumber daya organisasi dan perencanaan tidak dapat
dilakukan tanpa memahami bagaimana tiap penjualan. tiap unit yang diproduksi
,dan tiap tindakan tanpa mempengaruhi keseluruhan organisasi.
KELAYAKAN SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN
System informasi perusahaan merupakan
pengeluaran modal yang besar dan harus dievaluasi dengan cara yang sama seperti investasi besar lain yang akan
dilakukan oleh organisasi. Yang memperumit investasi itu adalah karena
investasi tersebut memerlukan lebih dari sekedar pengeluaran uang yang besar .
Manajemen seluruh organisasi harus berkomitmen untuk melaksanakan proses bisnis
yang memungkinkan tiap proses bisnis lain di dalam organisasi melihat dan
memahami trnasaksi tersebut .Kerumitannya adalah kenyataan bahwa banyak
keuntungan SIM perusahaan tidak bersifat financial .
Kelayakan Ekonomis
Jika keuntungan melebihi biaya yang
ditargetkan , maka suatu proyek layak secara ekonomis. Akan tetapi
sebagian besar kerugiannya berasal dari
biaya konsultasi dan pendukung, yang merupakan tambahan atas biaya perangkat
lunak dan perangakat ERP yang mula-mula perusahhan pertimbangkan saat membut
analisis kelayakan.
Kelayakan Teknis
SIM
perusahaan dapat dianggap sebagai aplikasi canggih yang didasarkan pada system
manajemen database karena data disimpan disatu database , transaksi yang
terjadi berbagai operasi yang tersebar secara geografis mungkin menjadi
masalah. Satu hal yang penting SIM
perusahaan yang dioperasi kan oleh organisasi besar yang tersebar secara geografis
umumnya memerlukan teknologi informasi terkini.
PENERAPAN SYSTEM INFORMASI PERUSAHAAN
Penerapan SIM perusahaan umumnya
berlangsung sekitar dua tahun . penyebab periode waktu yang panjang bukan hanya
kerumitan dan ruang lingkup proyek tetapi juga keharusan untuk berurusan dengan
system warisan . system warisan adalah system yang umumnya melaksanakan proses
bisnis inti perusahaan tetapi dikembangkan bertahun-tahun lalu dan tidak mencakup
teknologi dan metodelogi terbaru.
KEGAGALAN SISTEM INFOMASI PERUSAHAAN
Kegagalan sistem infomasi perusahaan
mencakup proyek yang ditinggalkan sebelum penerapan atau diterapkan begitu
gagal sehingga organisasi kembali ke
sistem infomasi yang dahulu . Ini merupakan biaya yang buruk karena organisasi
umumnya telah menginvestasikan jutaan dolar dan banyak jam kerja dalam proyek
SIM perusahaan . Namun kegagalan system informasi perusahaan tidak berarti
bahwa organisasi menyerah sepenuhnya .Organisasi tersebut dapat mencoba lagi .
Organisasi
dapat meminimalkan kemungkinan kegagalanSIM perusahaan dengan mengambil
langkah-langkah
- Mengerti kerumitan organisasi
- Mengenali
proses yang dapat menurun nilainya bila standarisasi dipaksakan
- Mencapai consensus dalam organisasi sebelum memutuskan menerapkan system informasi perusahaan
MASA DEPAN SISTEM INFORMASI PERUSAHAAN
Manajemen
sumber daya perusahaan ( enterprise resource management) adalah gerakan untuk
merencanakan dan mengendalikan berbagai proses bisnis dengan mengendalikan deskripsi proses dan
data.
Alat –alat pengembangan ERP yang dipercepat
Waktu dua tahun untuk penerapan SIM
perusahaan terlalu lama bagi banyak organisasi . Mereka mungkin memiliki pasar
yang terlalu bergejolak , mereka mungkin organisasi kecil tanpa sumber daya
yang cukup untuk mendukung proyek selama
dua tahun , atau mereka mungkin perlu bereaksi cepat untuk mendukung SIM perusahaan pesaing . apa pun alasan nya , penjual ERP
harus memuaskan pelanggan untuk
mempertahan kan pertumbuhan industri yang fenomenal .
KESIMPULAN
Definisi
sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah
sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan
informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan
dalam sebuah organisasi. Sistem ini
menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer,
prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Sistem Infomasi Perusahaan adalah sistem
berbasis computer yang dapat melaksanakan semua tugas standar bagi seluruh unit
organisasi secar terintegrasi dan koordinasi . system perencanaan sumber daya
perusahaan (ERP) adalah system yang
memampukan manajemen berbagai proses internal organisasi . memperluas konsep
tersebut melampaui batas-batas organisasi melampaui control organisasi sangat
memperumit masalah .
Sistem
informasi ada karena perangkat keras computer yang penuh daya dan realatif
murah ,perangkat lunak system manajemen database yang canggih ,dan kebetulan
organisasi untuk memanfaatkan dat di seluruh proses bisnisnya. Banyak pendiri
industri computer idak dapat membayangka ndampak yang dibuat teknologi
informasi pada pengambilan keputusan manajerial .selama komputer dan perangakat
lunak terus meningkat dayanya dan semakin murah , para manajer haurs melihat ke
masa depan dan mempersiapkan organisasi mereka untuk memanfaaatkan kemajuan
teknoologi
Kebutuhan
atas system informasi perusaaahaan begitu besar sehingga suatu industri baru
telah berkembang untuk menyediakan perangakat lunak ERP untuk mendukung sitem
tersebut . industri ini sudah besar dan berkembang sangat pesat .perangkat
lunak yang dihasilkan oleh industri ini khusus dan sangat mahal untuk
dikembangkan . lima
perusahaan mendominasi industri ini . yang terbesar ,SAP ,sam dengan gabungan
empat penjual lain .
Beberapa
proyek SIM perusahaan gagal .hasil ini bias sangat membebani perusahaan
karenaitu begitu besarnya jumlah uang dan usaha manusia yang diperlukan untuk
menerapkan SIM perusahaan . Namun ,
manfaat potensialnya begitu besarnya sehingga bahkan organisasi yangtelah gagal
sering memulai prosesnya lagi .
INTERNET DAN INTRANET
Minggu, 18 Desember 2011 | by Septi's The PinK
Intranet adalah sebuah jaringan komputer berbasis protokol
TCP/IP seperti internet hanya saja digunakan dalam internal perusahaan, kantor,
bahkan warung internet (WARNET) pun dapat di kategorikan Intranet. Antar
Intranet dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui sambungan
Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Internet yang memberikan tulang punggung komunikasi jarak
jauh. Akan tetapi sebetulnya sebuah Intranet tidak perlu sambungan luar ke
Internet untuk berfungsi secara benar. Intranet menggunakan semua protocol
TCP/IP dan aplikasi-nya sehingga kita memiliki “private” Internet.
Jika sebuah badan bisnis yang di ekspose
sebagian dari internal jaringannya ke komunitas di luar, hal ini di sebut
ekstranet. Memang biasanya tidak semua isi intranet di keluarkan ke publik
untuk menjadikan intranet menjadi ekstranet. Misalnya kita sedang membeli
software, buku dll dari sebuah e-toko, maka biasanya kita dapat mengakses
sebagian dari Intranet toko tersebut. Badan usaha / perusahaan dapat memblokir
akses ke intranet mereka melalui router dan meletakan firewall.
Firewall adalah sebuah perangkat lunak / perangkat keras
yang mengatur akses seseorang kedalam intranet. Proteksi dilakukan melalui
berbagai parameter jaringan apakah itu IP address, nomor port dll. Jika
firewall di aktifkan maka akses dapat dikontrol sehingga kita hanya dapat
mengakses sebagian saja dari Intranet perusahaan tersebut yang kemudian dikenal
sebagai extranet.
SLDC (System Development Life Cycle )
Minggu, 20 November 2011 | by Septi's The PinK
Pengertian SLDC
System Development Life
Cycle (SDLC) System Development Life Cycle di singkat dengan SDLC. SDLC
merupakan sikluspengembangan sistem. Pengembangan sistem teknik (engineering
systemdevelopment ). SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan
utamadan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi
dalamempat kegiatan utama, yaitu initiation, analysis, design dan
implementation. Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (
purpose) danhasil kegiatannya (deliverable). SDLC didefinisikan oleh Departemen
Kehakiman AS sebagai sebuah proses pengembangan software yang digunakanoleh analyst
system, untuk mengembangkan sebuah sistem informasi. SDLC mencakup kebutuhan (requirement),
validasi, pelatihan, kepemilikan (user ownership) sebuah sistem informasi yang
diperoleh melalui investigasi, analisis,desain, implementasi, dan perawatan
software. Software yang dikembangkanberdasarkan SDLC akan menghasilkan sistem
dengan kualitas yang tinggi,memenuhi harapan penggunanya, tepat dalam waktu dan
biaya, bekerja dengan efektif dan efsien dalam infrastruktur teknologi
informasi yang adaatau yang direncanakan, serta murah dalam perawatan dan
pengembangan lebih lanjut.
System
Development Life Cycle (SDLC) SDLC meliputi tahapan berikut :
- Ø System Initiation ialah perencanaan awal untuk sebuah proyek gunamendefinisikan lingkup, tujuan, jadwal dan anggaran bisnis awal yangdiperlukan untuk memecahkan masalah atau kesempatan yangdirepresentasikan oleh proyek. Lingkup proyek mendefinisikan areabisnis yang akan ditangani oleh proyek dan tujuan-tujuan yang akandicapai. Lingkup dan tujuan pada akhirnya berpengaruh pada komitmen sumber yaitu jadwal dan anggaran yang harus dibuat supaya berhasilmenyelesaikan proyek.
- Ø System Analysis ialah studi domain masalah bisnis untuk merekomendasikan perbaikan dan menspesifikasikan persyaratan danprioritas bisnis untuk solusi. Analisis system ditujukan untuk menyediakan tim proyek dengan pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap masalah-masalah dan kebutuhan-kebutuhan yang memicu proyek. Area bisnis dipelajari dan dianalisis untuk memperoleh pemahaman yang lebih rinci mengenai apa yang bekerja, apa yang tidak bekerja dan apa yang dibutuhkan.
- Ø System Design ialah spesifikasi atau konstruksi solusi yang teknis dan berbasis komputer untuk persyaratan bisnis yang diidentifikasikan dalam analisis sistem. Selama desain sistem, pada awalnya akan mengekspolarasi solusi teknis alternatif. Setelah alternatif solusi disetujui, fase desain sistem mengembangkan cetak biru (blueprint) dan spesifikasi teknis yangdibutuhkan untuk mengimplementasikan database, program, antar muka pengguna dan jaringan yang dibutuhkan untuk sistem informasi,
- Ø System Implementation ialah konstruksi, instalasi, pengujian danpengiriman sistem ke dalam produksi (artinya operasi sehari-hari). Implementasi sistem mengontruksi sistem informasi baru danmenempatkannya ke dalam operasi, selanjutnya dilaksanakan pengujian.
TAHAP ANALIS
Dalam tahap analisis ini, digunakan oleh analis sistem untuk :
- · Membuat keputusan apabila sistem saat ini mempunyai masalah atau sudah Tidak berfungsi secara baik dan hasil analisisnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem
- · Mengetahui ruang lingkup pekerjaannya yang akan ditanganinya.
- · Memahami sistem yang sedang berjalan saat ini
- · Mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya
TAHAP DESIGN
Mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik.
•
Output design
a.
Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk laporan sistem dan
dokumennya.
b.
Hasil :
Bentuk dari dokumentasi keluaran (output).
•
Input
design
a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk masukan di dokumen
dan di layar ke sistem Informasi.
b. Hasil
: Bentuk dari dokumentasi masukan
(input).
•
File design
a. Tujuan : Memerikan bentuk-bentuk
file-file yang dibutuhkan dalam sistem informasi.
b. Hasil
: Bentuk dari dokumentasi file.
TAHAP
IMPLEMENTASI
Dalam
tahap implementasi memiliki beberapa tujuan, untuk :
• Melakukan kegiatan spesifikasi rancangan
logikal ke dalam kegiatan yang sebenarnya dari sistem informasi yang akan
dibangunnya atau dikembangkannya.
•
Mengimplementasikan
sistem yang baru.
•
Menjamin bahwa sistem yang baru dapat
berjalan secara optimal.
•
Program dan Testing.
•
Trainning
TAHAP PLANNING
(PERENCANAAN)
•
Permasalahan
•
Definisi masalah
•
Menentukan Tujuan
•
Mengidentifikasi kendala sistem
•
Studi Kelayakan
•
Usulan penelitian sistem
•
Menetapkan mekanisme
E-COMMERCE
Kamis, 27 Oktober 2011 | by Septi's The PinK
Manfaat
E-COMMERCE dan Kelemahannya
Ada yang tahu
apakah yang dimaksud dengan E-COMMERCE? kalau belum, disini akan dibahas
sedikit mengenai E-COMMERCE. Mulai dari pengertian, Electronic commerce (EC)
merupakan konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang
atau jasa padan World Wide Web Internet (Shim, Qureshi, Siegel, Siegel, 2000)
atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui
jaringan informasi termasuk Internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000).
Kalakota dan
Whinston (1997) mendefinisikan E-COMMERCE (EC) dari beberapa perspektif berikut
:
Dari perspektif
komunikasi, EC merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran
melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.
Dari perspektif
proses bisnis, EC merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan
aliran kerja perusahaan.
Dari perspektif
layanan, EC merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen,
dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan
kecepatan pelayanan.
Dari perspektif
online, EC kepasitas jual beli produk dan informasi di Internet dan jasa online
lainnya.
Secara umumnya,
E-COMMERCE merupakan aktivitas perdagangan melalui media internet. Saya sendiri
memang belum pernah menggunakan EC tetapi dari informasi yang saya dapat,
dengan adanya EC ini banyak sekali manfaat atau keuntungan yang dihasilkannya.
Antara lain :
Manfaat
e-commerce bagi konsumen :
Electronic
commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain
selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi.
Electronic
commerce meemberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan; mereka bisa memilih
berbagai produk dari banyak vendor.
Electronic
commerce menyediakan produk-produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan
dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
Dalam beberapa
kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, EC menjadikan pengiriman
menjadi sangat cepat.
Pelanggan bisa
menerima informasi relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari
atau minggi.
Electronic
commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).
Electronic
commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan
lain di electronic community dan bertukar pikiran serta berbagai pengalaman.
Electronic
commerce memudahkan persaingan, yang pada akhirnya akan menghasilkan diskon
secara substansial.
Manfaat
e-commerce bagi masyarakat :
Electronic
commerce memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak banyak
keluar untuk berbelanja, akibatnya ini akan menurunkan arus kepadatan lalu
lintas di jalan serta mengurangi polusi udara.
Elctronic
commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih
rendah, sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak dan
meningkatkan taraf hidup mereka.
Electronic
commerce memungkinkan orang di negara-negara Dunia ketiga dan wilayah pedesan
untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa EC.
Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar
akademik.
Electronic
commerce memfasilitasi layanan publik, seperti perawatan kesehatan, pendidikan,
dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang
lebih rendah, dan / atau dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan
kesehatan, misalnya, bisa menajangkau pasien di daerah pedesaan.
Manfaat
e-commerce bagi bisnis :
Perusahaan-perusahaan
dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas
bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
e-commerce
menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang
melakukan bisnis diinternet akan mengurangi biaya tambahan karena biaya
tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer
service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional.
Secara ringkas
manfaat / keuntungan e-commerce tersebut adalah sebagai berikut :
Bagi Konsumen :
harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
Bagi Pengelola
bisnis: efisiensi, tanpa kesalahan, tepat waktu
Bagi Manajemen:
peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.
Sesuatu didunia
ini memang tidak ada yang sempurna, dibalik keuntungan-keuntungan diatas ada
juga beberapa kelemahan dan permasalahan pada E-COMMERCE, yaitu :
Keterbatasan
Teknis e-commerce :
Ada kekurangan
sistem keamanan, kehandalan, standar, dan beberapa protokol komunikasi
Ada bandwidth
telekomunikasi yang tidak mencukupi
Alat
pengembangan perangkat lunak masih dalam tahap perkembangan dan sedang berubah
dengan cepat
Sulit menyatukan
perangkat lunak Internet dan EC dengan aplikasi dan database yang ada sekarang
ini .
Vendor-vendor
kemungkinan perlu server web yang khusus serta infrastruktur lainnya, selain
server jaringan
Beberapa
perangkat lunak EC mungkin tidak akan cocok bagi hardware tertentu, atau tidak
bisa dipasang bersama dengan beberapa sistem pengoperasian atau
komponen-komponen lain.
Keterbatasan Non
Teknis e-commerce :
Biaya dan
justifikasi. (34.8 % dari responden).
Biaya pengembangan EC dalam rumah bisa sangat tinggi, dan kekeliruan yang
disebabkan oleh kurangnya pengalaman bisa mengakibatkan adanya delay
(penangguhan).
Sekuritas dan
privasi. ( 17 ,2 %). Kedua isu ini penting, khususnya di wilayah B2C, lebih
khusus lagi isu sekuriti yang dipandang serius dibanding yang sebenarnya bila
diterapkan inskripsi yang tepat. Ukuran-ukuran privasi secara konstan bisa
diperbaiki. Tetapi, pelanggan memandang issu ini sebagai persoalan sangat
penting, dan industri EC memiliki tugas jangka panjang dan berat untuk meyakinkan
pelanggan bahwa transaksi online dan privasinya, sesungguhnya sangat aman.
Sedikit
kepercayaan dan resistensi pemakai (4,4 %). Pelanggan tidak mempercayai penjual
tanpa wajah yang tidak mereka kenal (kadang-kadang mereka tidak percaya bahkan
meskipun sudah mengenalnya), transaksi tanpa kertas, dan uang elektronis.
Karena itu pergeseran dari toko fisikal ke toko virtual kemungkinan menghadapi
kesulitan tersendiri .
Keuntungan dari
E-commerce
Keuntungan yang
dapat diambil dari penerapan e-commerce dapat dilihat dari 3 pihak utama yang
terlibat di dalamnya yaitu: organisasi, konsumen, dan masyarakat.
1. Bagi
organisasi / perusahaan
a. Pasar
internasional
Dengan penerapan
e-commerce sebuah perusahaan dapat memiliki sebuah pasar internasional. Bisnis
dapat dijalankan tanpa harus terbentur pada batas negara dengan adanya
teknologi digital. Pihak perusahaan dapat bertemu dengan partner dan kliennya
dari seluruh penjuru dunia. Hal ini menciptakan sebuah lembaga multinasional
virtual.
b. Penghematan
biaya operasional
Biaya
operasional dapat dihemat. Biaya untuk membuat, memproses, mendistribusikan,
menyimpan, dan memperbaiki kembali informasi juga dapat ditekan.
c. Kustomisasi
masal
E-commerce telah
merevolusi cara konsumen dalam membeli barang dan jasa. Produk barang dan jasa
dapat dimodifikasi sesuai dengan keingingan konumen. Contohnya, di masa lalu
saat perusahaan Ford mulai memasarkan mobil produksinya, para pembeli hanya
dapat membeli motor yang berwarna hitam karena yang dibuat memang hanya warna
tersebut. Namun sekarang pembeli dapat mengkonfigurasi sebuah mobil sesuai
dengan spesifikasi mereka hanya dalam beberapa menit, misalnya menentukan warna
mobil yang mereka inginkan untuk mobil yang akan mereka beli, hanya dengan
mengunjungi website Ford di internet.
d. Berkurangnya
kendala inovasi
Yang dimaksud
adalah dengan e-commerce, suatu perusahaan dapat menghemat sumber daya karena
mereka tidak dipusingkan dengan sulitnya membuat penemuan baru untuk modifikasi
produk mereka. Sebagai contoh, perusahaan seperti Motorola (mobile phone) dan
Dell (komputer) dapat mengumpulkan para konsumennya yang memesan sebuah produk.
Para konsumen dapat membuat suatu daftar mengenai spesifikasi produk baru yang
mereka inginkan dan mengirimkannya ke perusahaan secara on-line. Kemudian
perusahaan dapat merencanakan produksi suatu produk berdasarkan spesifikasi
konsumen dan mengirimkan hasilnya dalam jangka waktu beberapa hari.
e. Biaya
telekomunikasi yang lebih rendah
Internet lebih
murah dari sebuah jaringan tambahan yang hanya digunakan untuk telepon. Adalah
lebih murah untuk mengirimkan sebuah fax atau e-mail via internet daripada
melakukan dial telepon secara langsung.
f. Digitalisasi
proses dan produk
Contohnya pada
kasus produk software dan audio video, produk digital tersebut dapat diunduh
atau dikirim lewat e-mail secara langsung ke konsumen melalui internet dalam
format digital. Hal ini tentu saja menghemat waktu dan biaya pengiriman produk.
g. Batasan waktu
kerja dapat diatasi
Bisnis dapat
dijalankan tanpa mengenal batas waktu karena dijalankan secara on-line melalui
internet yang selalu beroperasi tiap hari.
2. Bagi konsumen
a. Akses penuh
24 jam / 7 hari
Konsumen dapat
berbelanja atau mengolah bernagai transaksi lain dalam 24 jam sepanjang hari,
sepanjang tahun di sebagian besar lokasi. Contohnya memeriksa saldo, membuat
pembayaran, dan memperoleh informasi lainnya.
b. Lebih banyak
pilihan
Konsumen tidak
hanya memiliki sekumpulan produk yang bisa dipilih, namun juga daftar supplier
internasional sehingga konsumen memiliki pilihan produk yang lebih banyak.
c. Perbandingan
harga
Konsumen dapat
berbelanja di seluruh dunia dan membandingkan harganya dengan mengunjungi
berbagai situs yang berbeda atau dengan mengunjungi sebuah website tunggal yang
menampilkan berbagai harga dari sejumlah provider.
d. Proses
pengantaran produk yang inovatif
Dengan
e-commerce proses pengantaran produk menjadi lebih mudah. Misalnya dalam kasus
produk elektronik misalnya software atau berkas audio visual di mana konsumen
dapat memperoleh produk tersebut cukup dengan mengunduhnya melalui internet.
3. Bagi
masyarakat
a. Praktek kerja
yang lebih fleksibel
E-commerce
memungkinkan masyarakat bisa lebih fleksibel dalam menentukan tempat bekerja,
misalnya mereka dapat bekerja dari rumahnya masing-saing tanpa harus pergi ke
kantor.
b. Terhubungnya
masyarakat dengan masyarakat lain
Masyarakat di
negara berkembang dapat mengakses dan menikmati produk, layanan, dan informasi
yang mungkin sulit mereka temukan di daerahnya.
c. Kemudahan
akses fasilitas publik
Masyarakat
dengan mudah dapat memanfaatkan layanan publik, misalnya layanan kesehatan dan
konsultasi serta pembelian resep dokter dengan mengunjungi internet.
Kekurangan
E-commerce
Walaupun adanya
e-commerce memberi banyak keuntungan, masih terdapat berbegai kekurangan dari
e-commerce antara lain:
1. Bagi
organisasi / perusahaan
a. Keamanan
sistem rentan diserang
Terdapat
sejumlah laporan mengenai website dan basis data yang dihack, dan berbagai
lubang kelemahan keamanan dalam software. Hal ini dialami oleh sejumlah
perusahaan besar seperti Microsoft dan lembaga perbankan. Masalah keamanan ini
menjadi sangat pnting karena bila pihak lain yang tidak berwenang bisa menembus
sistem maka dapat menghancurkan bisnis yang telah berjalan.
b. Persaingan
tidak sehat
Di bawah tekanan
untuk berinovasi dan membangun bisnis untuk memanfaatkan kesempatan yang ada
dapat memicu terjadinya tindakan ilegal yaitu penjiplakan ide dan perang harga.
c. Masalah
kompabilitas teknologi lama dengan yang lebih baru
Dengan
perkembangan dan inovasi yang melahirkan teknologi baru, sering muncul masalah
yaitu sistem bisnis yang lama tidak dapat berkomunikasi dengan infrastruktur
berbasis web dan internet. Hal ini memaksa perusahaan untuk menjalankan dua
sistem independen yang tidak dapat saling berbagi, hal ini dapat mengakibatkan
pembengkakan biaya.
2. Bagi konsumen
a. Perlunya
keahlian komputer
Tanpa menguasai
keahlian computer, mustahil konsumen dapat berpartisipasi dalam e-commerce.
Pengetahuan dasar computer diperlukan, antara lain pengetahuan mengenai
internet dan web.
b. Biaya
tambahan untuk mengakses internet
Untuk ikut serta
dalam e-commerce dibutuhkan koneksi internet yang tentu saja menambah pos
pengeluaran bagi konsumen.
c. Biaya
peralatan komputer
Komputer
diperlukan untuk mengakses internet, tentu saja dibutuhkan biaya untuk
mendapatkannya. Perkembangan komputer yang sangat pesat menyarankan konsumen
untuk juga mengupdate peralatannya apabila tidak ingin ketinggalan teknologi.
d. Risiko
bocornya privasi dan data pribadi
Segala hal
mungkin terjadi saat konsumen mangakses internet untuk menjalankan ¬
e-commerce, termasuk risiko bocornya data pribadi karena ulah orang lain yang
ingin membobol sistem.
e. Berkurangnya
waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain
Transaksi
e-commerce yang berlangsung secara on-line telah mengurangi waktu konsumen
untuk dapat melakukan proses sosial dengan orang lain. Hal ini tidak baik
karena dikhawatirkan akan dapat mengurangi rasa kepedulian terhadap lingkungan
sekitarnya.
f. Berkurangnya
rasa kepercayaan karena konsumen berinteraksi hanya dengan komputer.
3. Bagi
masyarakat
a. Berkurangnya
interaksi antar manusia
Karena
masyarakat lebih sering berinteraksi secara elektronik, dimungkinkan terjadi
berkurangnya kemampuan sosial dan personal manusia untuk bersosialisasi dengan
orang lain secara langsung.
b. Kesenjangan
sosial
Terdapat bahaya
potensial karena dapat terjadi kesenjangan sosial antara orang-orang yang
memiliki kemampuan teknis dalam e-commerce dengan yang tidak, yang memiliki
keahlian digaji lebih tinggi daripada yang tidak.
c. Adanya sumber
daya yang terbuang
Munculnya
teknologi baru akan membuat teknologi lama tidak dimanfaatkan lagi. Misalnya
dengan komputer model lama atau software model lama yang sudah tidak relevan
untuk digunakan.
d. Sulitnya
mengatur internet
Sejumlah
kriminalitas telah terjadi di internet dan banyak yang tidak terdeteksi. Karena
jumlah jaringan yang terus berkembang semakin luas dan jumlah pengguna yang
semakin banyak, seringkali membuat pihak berwenang kesulitan dalam membuat
peraturan untuk internet.
Langganan:
Komentar (Atom)
