Renungan Cinta

SIAPAKAH ORANG YANG MENCINTAIMU..?

Orang yang mencintaimu dengan tulus itu.
Bukanlah orang yang sekedar tau apa yang
kamu suka dan kamu benci,
Tapi dia adalah orang yang mengerti apa yang
terbaik buat kamu.
Bukan orang yang sengaja perhatian sama
kamu,
Tapi orang yang selalu mengerti keadaanmu.
Bukan orang yang ingin memiliki kamu,
Tapi orang yang rela kehilangan kamu demi
kebahagianmu.
Bukan orang yang hanya ingin menyentuhmu,
Tapi orang yang ingin memuliakanmu.
Dan dia bukanlah orang yang suka dengan
keindahan yang ada pada dirimu,
Tapi orang yang mau menerima kamu dengan
apa adanya, agar menjadi lebih indah.
Yang mencintai kamu bukanlah dia yang selalu
berkata mesra dihadapanmu.
Yang menyayangi kamu bukan dia yang selalu
mengatakan seberapa besar dia mencintaimu.
Tapi...
Yang mencintai kamu adalah dia yang selalu
mengkhawatirkanmu.
Dia yang selalu ingin tau kabarmu.
Dia yang selalu ingin membuatmu bahagia.
Dia yang selalu mengerti perasaan kamu tanpa
harus kamu pinta.
Dia yang tak pernah menuntun cinta kamu
untuk diperlihatkannya.
Dia yang tak pernah ingin membuat
kekasihnya menangis karenanya.
Karena ketulusan cinta tidak perlu
diperlihatkan didepan orang banyak agar
mereka tau bahwa kamu cintanya.
Melainkan gimana ia mampu membuktikan
seperti apa ia mampu setia dan melindungi
kekasihnya serta bertanggung jawab untuk
menghalalkanya.
Bukan cuma sekedar cinta pelampiasan
semata.

Lirik Lagu Adele - Don't You Remember

When will I see you again? 
You left with no goodbye, 
not a single word was said, 
No final kiss to seal any seams, 
I had no idea of the state we were in,
I know I have a fickle heart and bitterness, 
And a wandering eye, 
and a heaviness in my head,

But don't you remember? 
Don't you remember? 
The reason you loved me before, 
Baby, please remember me once more,
When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory? 
I often think about where I went wrong,
 The more I do, the less I know,

But I know I have a fickle heart and bitterness, 
And a wandering eye, and a heaviness in my head,

But don't you remember?'
Don't you remember? 
The reason you loved me before, 
Baby, please remember me once more,
Gave you the space so you could breathe, 
I kept my distance so you would be free, 
And hope that you find the missing piece, 
To bring you back to me,

Why don't you remember?
 Don't you remember? 
The reason you loved me before, 
Baby, please remember me once more,
When will I see you again?

Menjual Wall Sticker

Kami Menjual Wall Sticker (sticker dinding) dengan berbagai model gambar dan ukuran yang berkualitas tinggi "transparant", kualitas ini sangat bagus serta tidak merusak tembok aslkan pemasangannya yang sesuai dengan aturan. Wall Sticker ini dapat di cabut pasang untuk memindahkan ke dinding yang lain. Dalam wall sticker ini kami menyediakan 2 ukuran "50x70cm(M)" dan "60x90cm(L)" quality Transparant.

Stiker dinding telah menjadi pengganti, atau solusi tuk memperindah tampilan dinding lebih berwarna, menggunakan wallpaper tuk menghias ruangan. Mereka meningkatkan elemen dekoratif interior rumah anda. Terlepas dari aplikasi, menerapkan stiker dinding adalah proses yg mudah, tetapi memerlukan sedikit persiapan dan kesabara
Berikut ini tips LifeStoreIndonesia  tuk memasang wall sticker dirumah anda !


  • Pilih tempat yg cocok tuk memasang stiker dinding kamu. Bersihkan permukaan dari debu, keringkan sesudahnya. pastikan dinding atau bidang yg akan ditempel dalam kondisi bersih dan tidak berminyak.
  • Perkirakan secara tepat dimana yg akan di tempel. Angkat sticker dari backing paper yg menyertai , Perkirakan ukuran wall sticker yg akan Anda pasang dgn besar bidang.
  • Tempelkan stiker pada tempat yg sudah di pilih sebelumnya. Ratakan dgn tangan atau kartu plastik tuk menghindari gelebung udara. Anda dapat memadukan beberapa motif wall sticker dalam satu tema agar selaras.
  • Pastikan wall sticker Anda merekat dgn sempurna. Dan bila bosan, Anda dapat melepaskannya pelan-pelan lalu merekatkan kembali ke kertas awal tuk disimpan.

Pemesanan Wall Sticker Contact kami :
                  SMS, WHATSAPP, LINE, nd WECHAT :: 0857-1795-8001
                  PIN BB :: 331FB333
                  FB :: Hesti Wall Sticker

 
 

JASA - JASA BANK



Jasa-jasa bank merupakan kegiatan perbankan yang dilakukan oleh suatu bank untuk memperlancar kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana. Semakin lengkap jasa bank yang diberikan maka akan semakin baik dengan demikian akan menarik nasabah. Hal tersebut karena nasabah merasa nyaman melakukan kegiatan keuangan dari satu bank saja.

1)        INKASO
Inkaso merupakan kegiatan jasa Bank untuk melakukan amanat dari pihak ke tiga berupa penagihan sejumlah uang kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk oleh si pemberi amanat.
Warkat-Warkat Yang Digunakan Dalam Incaso :
1. Cek
2. Bilyet Giro
3. Wesel
4. Kuitansi
5. Surat Aksep
6. Deviden
7. Kupon

ü  Warkat Inkaso
Warkat inkaso tanpa lampiran Yaitu warkat – warkat inkaso yang tidak dilampirkan dengan dokumen – dokumen apapun seperti cek, bilyet giro, wesel dan surat berharga.
Warkat inkaso dengan lampiran Yaitu warkat – warkat inkaso yang dilampirkan dengan dokumen – dokumen lainnya seperti kwitansi, faktur, polis asuransi dan dokumen – dokumen penting.
2)        TRANSFER
Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Baik transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet cabang lain mengkredit.
Transfer Keluar :
Salah satu jenis pengiriman uang yang dapat menyederhanakan lalu lintas pembayaran adalah dengan pengiriman uang keluar. Media untuk melakukan transfer ini adalah secara tertulis ataupun melalui kawat.
Transfer masuk :
Dimana bank menerima amanat dari salah satu cabang untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang beneficiary. Dalam hal ini bank pembayar akan membukukan hasil transfer kepada rekening nasabah beneficiary bila ia memiliki rekening di bank pembayar. Transfer masuk tidak dikenakan lagi komisi karena si nasabah pemberi amanat telah dibebankan sejumlah komisi pada saat memberikan amanat transfer.
3.)   SAFE DEPOSIT BOX
Layanan Safe Deposit Box adalah jasa penyewaan kotak penyimpanan harta atau surat-surat berharga yang dirancang secara khusus dari bahan baja dan ditempatkan dalam ruang khasanah yang kokoh, tahan bongkar dan tahan api untuk memberikan rasa aman bagi penggunanya. Kondisi ketidakpastian selalu menambah rasa khawatir, terutama menyangkut keamanan barang-barang yang tidak ternilai harganya. Dalam menentukan pilihan untuk tempat penyimpanan yang tepat, tentunya harus memilih tempat yang terpercaya.
Kegunaan Safe Deposit Box sebagai berikut :
ü  Untuk menyimpan surat-surat berharga dan surat-surat penting seperti sertifikat-sertifikat, saham, obligasi, surat perjanjian, akte kelahiran, ijazah, dan lain-lain.
ü  Untuk menyimpan benda-benda berharga seperti emas, berlian, mutiara, intan, dan lain-lain.

Barang-barang Yang Dilarang Disimpan Dalam Safe Deposit Box :

1.  Narkotik dan sejenisnya
2.  Bahan yang mudah meledak
Keuntungan Safe Deposit Box :
1. Bagi Bank :
ü  Biaya sewa
ü  Uang jaminan yang mengendap
ü  Pelayanan nasabah

2. Bagi Nasabah :

ü  Menjamin kerahasiaan barang-barang yang disimpan
ü  Keamanan barang terjamin

4.)   LETTER OF CREDIT (L/C)
L/C adalah jasa bank yang diberikan kepada masyarakat (nasabah) untuk memperlancar arus barang dalam kegiatan ekspor-impor.
LC merupakan suatu pernyataan dari bank atas permintaan nasabah (importir) untuk menyediakan dan membayar sejumlah uang tertentu untuk kepentingan pihak ketiga (eksportir).
Manfaat yang dapat diharapkan oleh bank dengan memberikan fasilitas Letter of Credit kepada nasabahnya antara lain adalah :
a)      Penerimaan biaya administrasi berupa provisi/komisi yang merupakan fee based income bagi bank.
b)      Pengendapan dana setoran yang merupakan dana murah bagi bank.
c)      Pemberian pelayanan kepada nasabahnya sehingga nasabah menjadi lebih
d)     loyal kepada bank.

5.)        TRAVELLERS CHEQUE
Cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian. Traveler’s cek pertama kali diterbitkan pada tanggal 1 Januari 1772 oleh London Credit Exchange Company untuk digunakan dalam sembilan puluh kota-kota Eropa, dan pada tahun 1874 Thomas Cook telah mengeluarkan ‘circular notes’ (surat edaran) yang beroperasi pada caraTravellers chaque tersebut.
Ø  Keuntungan Travellers cheque :
ü  Memberikan kemudahan berbelanja
ü  Mengurngi resiko kehilangan uang
ü  Memberikan rasa percaya diri

Artikel Penipuan 4 pegawai


Penipuan dapat dilakukan oleh orang dalam (internal) organisasi maupun oleh orang luar (eksternal) organisasi. Pengendalian yang ada didalam organisasi biasanya untuk melindungi aset perusahaan yang dapat mempersulit pihak luar untuk mencuri sesuatu dari perusahaan.
Penipuan internal dapat dibagi dua:
1. Penipuan aset atau penipuan pegawai
2. Penipuan laporan keuangan. lanjutan

Penggelapan aset atau penipuan pegawai :
penipuan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang untuk keuntungan keuangan pribadi.

Penipuan pelaporan keuangan :
tindakan yang disengaja baik melalui tindakan atau penghilangan yang menghasilkan laporan keuangan yang menyesatkan secara material lanjutan Terdapat 4 tindakan yang direkomendaskan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penipuan pelaporan keuangan yaitu :
1. Bentuklah lingkungan organisasi yang memberikan kontribusi terhadap integritas proses pelaporan keuangan.
2. Identifikasi dan pahami faktor-faktor yang mendorong kearah penipuan pelaporan keuangan.
3. Nilai resiko dari penipuan pelaporan keuangan didalam perusahaan.
4. Desain dan implementasikan pengendalian internal untuk menyediakan keyakinan yang memadai sehingga penipuan pelaporan keuangan dapat dicegah. 

Sebab-Sebab Terjadinya Penipuan Terdapat tiga sebab yaitu:
1.    Tekanan
Motivasi seseorang untuk melakukan penipuan.
2.    Peluang
Kondisi atau situasi yang memungkinkan seseorang untuk melakukan dan menutupi suatu tindakan yang tidak jujur. Peluang sering kali berasal dari kurangnya pengendalian internal
3. Rasionalisasi
Alasan yang sering dikemukakan / diungkapkan untuk melakukan penipuan.

 Tiga Karakteristik yang Dihubungkan Dengan Kebanyakan penipuan :
1. Pencurian sesuatu yang berharga seperti kas, persediaan, peralatan dan data
2. Konversi aset yang dicuri kedalam uang tunai
3. Penyembunyian kejahatan untuk menghindari pedeteksian.

Cara yang umum dilakukan adalah:
a. Membebankan item yang dicuri ke suatu akun biaya
b. Dengan lapping  (gali lubang tutup lubang): pelaku mencuri uang yang diterima dari pelanggan A dan menutupi piutang pelanggan A dengan uang yang diterima dari pelanggan B , begitu seterusnya.
c. Dengan kiting (didalam skema perputaran) : pelaku menutupi pencuriannyadengan cara menciptakan uang melalu transfer uang antar bank.



Indisipliner, 5 PNS Pemkot Terancan Dipecat
Awal tahun 2013 Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bekasi akan melakukan pemecatan 5 pegawainya dilingkungan pemerintahan Kota Bekasi. Dari ke lima PNS tersebut dipastikan akan dipecat menyusul tindakan indisipliner  PNS yang mereka lakukan pada tahun 2012 diantaranya kasus penipuan , penyalahgunaan narkoba dan mangkir kerja.
Hal ini diakui oleh Kepala Bidang(Kabid) Pembinaan Kepegawaian BKD Kota Bekasi Rudi Sabarudin kepada Bekasi Eksprtes News Rabu(2/1) mengatakan, bahwa sebanyak 5 PNS sudah pasti akan dikenakan tindakan pemecatan. Dan ada 4 lagi PNS yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan khusus (Liksus), tersandung kasus  penipuan CPNS, Pemalsuan tandatangan dan terlibat politik praktis dalam kampanye Pilkada walikota.
“Saat ini pihak BKD dalam waktu dekat akan melakukan tindakan pemecatan terhadap 5 PNS, karena tindakan indisipliner karena kasus penipuan, penyalahgunaan narkoba dan mangkir kerja. Bahkan ada 4 pegawai lagi yang sekarang sedang tahap   penyelidikan khusus(Liksus),” tegasnya
Menurut Rudi, kelima pegawai itu diantaranya 1 kasus penipuan yang dilakukan pegawai BKD, 3 kasus mangkir kerja yakni pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil(Disdukcapil), BPPT dan RSUD dan 1 kasus narkoba yang melibatkan pegawai Dinas Tenagakerja(Disnaker).Sedangkan ke empat PNS lainnya yang sedang proses liksus yakni 2 pegawai kecamatan, 1 pegawai kelurahan dan 1 pegawai Dinas.
” Empat PNS yang saat ini dalam liksus BKD diantaranya mereka yang terlibat kasus penipuan CPNS, pemalsuan tandatangan dan dua pegawai yang tersandung kasus politik praktis,“ terangnya tanpa mau menyebutkan nama –nama pegawai yang dimaksud.
Lanjut, PNS yang terlibat politik praktis jelas bertentangan dengan Peraturan Pemerintah(PP) no.53 Pasal 4 angka 15 huruf b yakni Menurut Rudi apa yang dilakukan oleh BKD sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku seperti yang diamanatkan Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010 yang harus dipatuhi oleh seluruh PNS sedangkan bagi Tenaga Kerja Kontrak(TKK) akan dikenakan tindakan indisipliner sesuai Peraturan Walikota (Perwal) No.50 A tahun 2011.
“Untuk itu BKD berharap kepada para pimpinan di masing-masing BKD untuk tidak segan-segan melakukan tindakan tegas kepada anak buahnya sebagai wujud pakta integritas yang saat ini sedang diupayakan Pemkot Bekasi,” ujarnya.(SOF)

SIKLUS PERUSAHAAN DAN FLOWCHART


Dalam persediaan terdapat beragam bentuk,tergantung pada sifat bisnisnya.Untuk bisnis eceran atau grosir,persediaan yang terpenting adalah persediaan barang dagangan. Untuk rumah sakit,makanan dan obat-obatan.Perusahaan manufaktur memiliki persediaan bahan baku,suku cadang,dan perlengkapan yang dibeli untuk produksi,barang dalam proses,dan barang jadi yang tersedia untuk dijual.
Ì  Siklus persediaan biasanya berkaitan dengan sistem persediaan dan pergudangan yang terdiri dari siklus:
ü  Bahan Baku / Raw Materials
ü  Barang Dalam Proses / Work In Process
ü  Barang Jadi / Finished Goods
ü  Biaya Tenaga Kerja / Direct Labour Cost
ü  Biaya Overhead Pabrik / Factory Overhead Cost

Ì   Sistem Pengendalian Persediaan:
ü  Adanya organisasi intern yang mencerminkan pemisahan fungsi antara fungsi penguasaan, penyimpanan dan pencatatan, dimana setiap transaksi persediaan harus memperoleh otorisasi.
ü  Adanya dokumen dan catatan pendukungnya.
ü  Adanya metode pencatatan persediaan.
ü  Adanya sistem budget pembelian dan penjualan.
ü  Adanya penerapan prosedur-prosedur.
Ì   Kepemilikan Persediaan
Suatu barang dikatakan sebagai persediaan jika barang tersebut benar-benar dimiliki oleh perusahaan tanpa memandang lokasi persediaan tersebut. Agar dapat disusun laporan keuangan secara wajar, maka harus ditentukan apakah suatu elemen persediaan sudah secara sah menjadi hak milik perusahaan. Masalah yang mungkin terjadi pada akhir periode dalam rangka menentukan status kepemilikan persediaan, yakni antara lain:
a)  Barang dalam perjalanan (Goods in transit)
Masalah yang timbul apabila barang masih dalam perjalanan adalah sulitnya menentukan apakah barang tersebut masih menjadi hak milik penjual atau sudah menjadi hak milik pembeli. Untuk mengatasi hal ini, maka dua syarat penyerahan barang digunakan sebagai dasar penentuan, yaitu FOB Shipping Point atau FOB Destination. FOB Destination Point, artinya biaya angkut barang dimulai dari gudang penjual sampai gudang pembeli ditanggung oleh pihak penjual. Ini berarti bahwa barang-barang dalam perjalanan masih merupakan hak milik penjual.
FOB Shipping Point, artinya biaya angkut barang dimulai dari gudang penjual sampai gudang pembeli ditanggung oleh pihak pembeli, ini berarti pembeli adalah pemilik dari barang-barang yang masih dalam perjalanan. Oleh karena itu dalam menentukan saldo persediaan untuk satu periode perusahaan harus mencatat jumlah barang dagangan dalam perjalanan.




b)  Barang Konsinyasi
Perjanjian konsinyasi mengijinkan suatu perusahaan lain untuk menyimpan persediaan dalam gudang mereka namun mereka tidak harus membeli persediaan tersebut. Dengan perjanjian ini, pemasok memberikan persediaan untuk dijual kembali dengan menahan kepemilikan persediaan sampai terjualnya persediaan tersebut. Barang konsinyasi masih tetap dilaporkan sebagai bagian dari persediaan pemiliknya sampai barang tersebut dijual kepada pihak ketiga. Barang-barang ini dilaporkan sebesar harga perolehannya (cost) di tambah biayabiaya yang dikeluarkan untuk memindahkan barang tersebut dari gudang pemilik ke gudang perusahaan yang menjualkannya.
Ø  Kepemilikan Persediaan
Sebagai pedoman umum, barang yang masuk sebagai persediaan adalah barang yang benar-benar dimiliki oleh perusahaan tanpa memandang lokasi persediaan tersebut. Agar dapat disusun laporan keuangan secara wajar, maka harus ditentukan apakah suatu elemen persediaan sudah secara sah menjadi hak milik perusahaan. Masalah yang mungkin terjadi pada akhir periode dalam rangka menentukan status kepemilikan persediaan, yakni antara lain:
a.  Barang dalam perjalanan (Goods in transit)
Masalah yang timbul apabila barang masih dalam perjalanan adalah sulitnya menentukan apakah barang tersebut masih menjadi hak milik penjual atau sudah menjadi hak milik pembeli. Untuk mengatasi hal ini, maka dua syarat penyerahan barang digunakan sebagai dasar penentuan, yaitu FOB Shipping Point atau FOB Destination.
ü  FOB Destination Point, artinya biaya angkut barang dimulai dari gudang penjual sampai gudang pembeli ditanggung oleh pihak penjual. Ini berarti bahwa barang-barang dalam perjalanan masih merupakan hak milik penjual.
ü  FOB Shipping Point, artinya biaya angkut barang dimulai dari gudang penjual sampai gudang pembeli ditanggung oleh pihak pembeli, ini berarti pembeli adalah pemilik dari barang-barang yang masih dalam perjalanan. Oleh karena itu, dalam menentukan saldo persediaan untuk satu periode perusahaan harus mencatat jumlah barang dagangan dalam perjalanan.


b.  Barang Konsinyasi
Perjanjian konsinyasi mengijinkan suatu perusahaan lain untuk menyimpan persediaan dalam gudang mereka namun mereka tidak harus membeli persediaan tersebut. Dengan perjanjian ini, pemasok memberikan persediaan untuk dijual kembali dengan menahan kepemilikan persediaan sampai terjualnya persediaan tersebut. Barang-barang konsinyasi masih tetap dilaporkan sebagai bagian dari persediaan pemiliknya sampai barang tersebut dijual kepada pihak ketiga. Barangbarang ini dilaporkan sebesar harga perolehannya (cost) di tambah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memindahkan barang tersebut dari gudang pemilik ke gudang perusahaan yang menjualkannya.
Ì  Menentukan Biaya Persediaan
     Persediaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan tergantung dari jenis usahanya. Misalnya suatu perusahaan dagang hanya memiliki satu jenis persediaan yaitu persediaan barang dagangan, sedang perusahaan industri akan memiliki lebih dari satu jenis persediaan. Oleh karena itu adalah penting untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan harga perolehan persediaan atau biaya persediaan. Menurut PSAK no 14 biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual atau dipakai (present location and condition).
     Dalam hal persediaan adalah bahan baku atau barang yang diperoleh untuk dijual kembali maka biaya termasuk didalamnya adalah harga pembelian, biaya angkut, biaya asuransi, pajak dan biaya penyimpanan. Dalam hal persediaan adalah barang dalam proses maka biaya terdiri dari bahan baku, tenaga kerja produksi dan sebagian overhead pabrik yang diharuskan untuk menjaga pabrik tetap berjalan. Dalam hal persediaan adalah barang jadi maka biaya terdiri dari bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead yang digunakan dalam proses produksi barang tersebut.
Ì  Harga Pokok Penjualan
     Tujuan pokok akuntansi persediaan adalah menetapkan secara layak hasil usaha selama satu periode dengan mengaitkan pendapatan terhadap biaya untuk memperoleh dan mempertahankan penghasilan tersebut. Dalam akuntansi persediaan harus ditentukan apakah suatu persediaan merupakan beban atau merupakan aktiva. Jika persediaan telah terjual maka persediaan tersebut akan dilaporkan sebagai beban atau merupakan komponen dari harga pokok penjualan, sebaliknya jika persediaan tersebut masih merupakan milik perusahaan (belum terjual) maka akan dilaporkan sebagai aktiva lancar perusahaan.
     Menurut PSAK no 14, jika barang dalam persediaan di jual, maka nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban pada periode diakuinya pendapatan atas penjualan tersebut. Proses pengakuan nilai tercatat persediaan yang telah dijual sebagai beban menghasilkan pengaitan (matching) beban dengan pendapatan. Oleh karena itu dalam menentukan besarnya laba harus dihitung terlebih dahulu besarnya harga pokok penjualan. Persediaan yang dibeli atau dibuat selama suatu periode ditambahkan ke persediaan awal dan jumlah biaya persediaan ini disebut dengan harga pokok barang tersedia untuk dijual. Pada akhir periode akuntansi, jumlah biaya yang tersedia untuk dijual dialokasikan antara persediaan yang masih tersisa (dicatat di neraca sebagai aktiva) dan persediaan yang dijual selama periode (dilaporkan dalam laba rugi sebagai biaya, harga pokok penjualan).




v  Keterangan flowchart pencatatan produk jadi, pencatatan harga pokok jadi yang dijual, dan pengeluaran barang:
ü Gudang
Gudang membuat barang sehingga menjadi barang jadi, lalu membuat Catatan Pertambahan Barang yang dirangkap 3, lembar pertama sebagai arsip, lembar kedua diberikan ke Pimpinan, lembar ketiga diberikan ke Bagian Akuntansi Persediaan.
Dari Daftar Pemesanan customer yang diterima dari Bagian Penjualan, Gudang mencatat pengeluaran tersebut dengan membuat Catatan Pengeluaran Barang rangka 2, lembar pertama sebagai dasar penyiapan barang yang akan dipesan, sedangkan lembar kedua diberikan ke Bagian Akuntansi Persediaan. Barang yang dipesan lalu diberikan ke Bagian Penjualan.
ü Bagian Akuntansi Persediaan
Dari Catatan Pertambahan Barang, Bagian ini membuat Daftar Harga Jual Barang (DHJB) rangkap 2, lembar pertama sebagai arsip, lembar kedua diberikan ke Pimpinan.
Dari Catatan Pengeluaran Barang, Bagian ini membuat Laporan Pengeluaran Barang rangkap 2, lembar pertama untuk arsip, lembar kedua diberikan ke Pimpinan.
ü Pimpinan
Catatan Pertambahan Barang dari Gudang dijadikan arsip.
Setelah menerima DHJB dari Bagian Akuntansi Persediaan, pimpinan menyetujui lalu dijadikan arsip dan diberikan ke Bagian Penjualan.
Laporam Pengeluaran Barang yang diterima dari Bagian Akuntansi Persediaan dan Laporan Keuangan yang diterima dari Bagian Penjualan dijadikan arsip.
ü Bagian Penjualan
DHJB yang diterima dari pimpinan serta permintaan Daftar Harga Barang (DHB) dari customer dijadikan dasar untuk membuat DHB yang diminta oleh customer, lalu DHB tersebut diberikan ke customer.
Bagian Penjualan lalu menerima Daftar Pemesanan (DP) dari customer, lalu diserahkan ke Gudang. Dari DP, Bagian Penjualan membuat Surat Jalan. Barang beserta surat jalan dikirim ke Customer. Setelah mendapat surat jalan yang ditandatangani, Bagian Penjualan membuat Laporan Keuangan rangkap 2, lembar pertama diserahkan ke Pimpinan, sedangkan lembar kedua dijadikan arsip.



v  Keterangan flowchart pencatatan harga pokok persediaan yang dibeli dan permintaan barang:
Ø  Gudang
Gudang melalukan pengecekan barang lalu membuat form permintaan barang rangkap 2, lembar kedua diberikan ke Bagian Pembelian, sedangkan lembar pertama bersama dengan Laporan Penerimaan Barang (LPB) yang diterima dari Bagian Penerimaan dijadikan sebagai dasar pembuatan Laporan Penambahan Persediaan rangkap 2, lembar pertama sebagai arsip, lembar kedua diserahkan ke pimpinan.
Ø  Bagian Pembelian
Form pembelian barang yang diterima dari Gudang oleh Bagian Pembelian dibuat Surat permintaan penawaran harga (SPPH) rangkap 2, lembar pertama sebagai arsip, lembar kedua diserahkan ke Supplier.
Surat Penawaran Harga (SPH) yang diterima dari supplier, Bagian Pembelian mencari harga yang cocok dan membuat Surat Order Pembelian (SOP) rangkap 3, lembar 1 sebagai arsip, lembar kedua diserhakan ke Bagian Penerimaan, lembar ketiga diserahkan ke supplier.
Ø  Supplier
Setelah menerimah SPPH dari Bagian Pembelian, lalu supplier membuat SPH lalu diberikan ke Bagian Pembelian.
SOP yang diterima dari Bagian Pembelian dibuat Surat Penerimaan Barang (SPB) rangkap 2, lembar pertama diberikan Bagian penerimaan bersama barang, lembar kedua dijadikan arsip.
Ø  Bagian Penerimaan
SOP yang diterima dari Bagian Pembelian dan SPB yang diterima dari supplier, dilakukan pengecekan lalu membuat Laporan Penerimaan Barang (LPB) rangkap 2, lembar pertama diserahkan ke Gudang, lembar kedua sebagai arsip.
Ø  Pimpinan
Laporan Penambahan Persediaan Persediaan yang diterima dari Gudang dijadikan arsip.

 

Missing You Blogger Template